Kamis, 15 Maret 2012

Aku ingin kamu, Sabar....

ada satu hari, ketika mimpi sudah tampak di depan mata, ketika semua hanya tinggal satu jengkal saja, tapi....mimpi itu tetap saja menjadi mimpi...tidak pernah terwujud...masih tergeletak, diam dan tak tersentuh hmmm...padahal doa-doa sudah dipanjatkan....

sudah...rasanya aku sudah lelah...

saat-saat seperti ini rasanya ada suara-suara yang membisikkiku untuk mengambil langkah kebelakang,sedikit melupakanMu, sedikit mengabaikanMu, sedikit kufur dari nikmatMu, sedikit...ah..hanya sedikit...sedikit yang membuatku merasa jauh....sedikit yang membuatku semakin tertinggal dari langkah-langkah mereka yang terlanjur lebih dulu mencintaiMu....

tapi dengan sedikit menjauhiMu, justru rasanya aku semakin tidak karuan.

saat-saat dipenuhi kekecewaan seperti ini, aku selalu hanya bisa memejamkan mata. begitu kerdilnya aku ya Rabb di hadapanMu, begitu tak berdayaya aku saat ini.... Dan aku hanya ingin ditemani satu hal yang selalu ingin Kau ajarkan kepadaku,yaitu "sabar."

posting. tidak ada takdir yang tidak baik. Allah yang lebih tau yang terbaik untuk semua hambanya. bukankah Dia adalah perencana yang terbaik?“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui” (QS Al baqarah : 216)

well,aku salalu menyukai ayat itu, karena ayat itu selalu bisa mendamaikan, selalu dapat menenangkan hati, selalu dapat membuatku bertahan bahkan untuk situasi paling sulit sekalipun. Dan untuk itu....aku harus belajar lagi untuk lebih bersabar....lebih ikhlas...dan lebih mensyukuri apapun yang ada...dan sampai sekarangpun, aku masih belajar....untuk kamu, sabar....

Karena aku tidak ingin benar-benar kalah.

"Dan Sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, ke¬kurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar." (QS 2: 155)

Rabu, 07 Maret 2012

Mungkin aku terlambat

mungkin aku terlambat menyadari, yang disampingku itu Kamu.

yang selalu disampingku itu Kamu. Saat aku ingin menangis karena tidak ada seorangpun yang mengerti,Kau disana, menemaniku dalam diam. Saat semua rasa membuncah hebat, dan aku tak Mampu berkata-kata lagi, Kau lebih tahu perasaanku, melebihi aku sendiri. Dulu,Saat orang lain menyadari kehadiranMu, saat orang lain sibuk mencariMu, mendekatiMu, menjalankan semua titahMu,dimana aku?saat itu aku tak benar-benar pahami arti hadirmu.

lalu sekarang, Kau paksa aku mencariMu sendiri. dalam lembar-lembar yang menceritakan tentang Kamu. kemudian, ketika rindu ini sudah begitu menggebu, aku mencariMu dalam surat cinta-Mu walaupun dengan terbata. aku mencariMu dalam malam, disetiap sujudku, walau tidak sesempurna sujud mereka yang lebih dulu terlanjur mencintaiMu daripada aku.

sungguh Rabbi-ku, aku tertatih, untuk dapat mencintaiMu seperti mereka. yang mencintaiMu, lebih dulu daripada aku. yang mengabdi padaMu lebih dulu daripada aku. sungguh, aku kini menyesali separuh usiaku yang aku habiskan tanpa mau berusaha mengenalMu lebih dekat.

mungkin aku terlambat mencintaiMu seperti mereka........

tapi anehnya

walaupun begitu....walaupun aku tidak seperti mereka.....saat aku membutuhkanMu, tanganMu selalu terbuka untukku yang parah ini.

maka, ijinkan aku mencintaiMu ya rabbi, dengan caraku yang mungkin belum sempurna

Minggu, 04 Maret 2012

Belajar dari Azimah “Berbahagia Menjadi Lajang”

Malam ini, saya benar-benar terhenyak dengan karya Azimah “Berbahagia menjadi Lajang.” Azimah mampu membuat kata-kata yang lembut namun kuat dan memukul saya secara telak.

Menghela nafas dalam-dalam setelah membaca karya ini. rasanya malu sekali. Sungguh, saya baru menyadari , mungkin saja saya "hanya" kurang bersyukur dengan status lajang yang sedang saya sandang. Padahal, setelah membaca karya ini, saya baru benar-benar tersadar, bahwa status lajang yang sedang kita sandang bukan karena kebetulan belaka, tapi memang karena ini kehendakNya. Ada skenario terbaik yang mesti kita lakoni. Dan saya jadi ingat sepenggal kata-kata,Bukankah ketika kita benar-benar dipaksa berjalan sendirian, kita hanya sedang diajari tentang ketangguhan?

Boleh jadi, saat ini kita memang belum setangguh itu. Boleh jadi, saat ini masih banyak yang perlu kita persiapkan dan perbaiki. boleh jadi, pada saatnya nanti, Dia—Allah, hanya ingin kita menjadi yang jauh lebih baik dari ini. Boleh jadi, dengan menjadi lajang membuka pintu amal dan manfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Dan mungkin juga, saat ini kita masih dibutuhkan untuk tetap melajang. Karena perempuan yang masih lajang, bisa dikatakan bebas bergerak.

Dan semua kemungkinan jadi terdengar masuk akal. Akhirnya saya paham bahwa menjadi lajang adalah salah satu bentuk kasih sayang Allah, karena Dia memberi sedikit kelonggaran walaupun sementara. ya...kelonggaran waktu agar kita menikmati dunia dengan cara kita sendiri. (hihihi egois maksimal)

Dan sebelum waktu mempertemukan saya dengan dia yang namanya tidak boleh disebut ( karena belum tau juga siapa dia…hehehehe) saya akan tetap bergerak, dan semoga saja hari-hari kedepan, saya dimudahkan untuk menjadi manusia yang lebih baik dari kemarin.amin.