Tampilkan postingan dengan label simple life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label simple life. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Mei 2013

#####celotehan

merenung lama sekali. sambil sesekali menghela nafas. kalau dipikir-pikir, semakin difikirkan semakin merasa kehilangan jejak. kadang kala di dunia ini, ada hal-hal yang tidak mampu kita jangkau dengan nalar kita. atau terkadang, beberapa harapan yang kita bangun di setiap malam-malam panjang kita seolah tidak mudah untuk tiba-tiba mendekat. walaupun dengan sejuta keyakinan bahwa apa yang telah digariskan sudah pasti akan terjadi, tetap saja ketika terbangun di pagi-pagi buta selalu dihentakkan dengan perasaan seperti ini.

apa artinya terjebak dalam tubuh seorang perempuan jika tidak bisa mampu menjadi seorang perempuan seutuhnya? apa artinya sebuah kehidupan jika kita tidak mampu memberikan manfaat?

dua pertanyaan yang barangkali mempunyai jawaban yang saling bertalian. ini aneh. sebelum ini, saya tidak bertanya sekeras ini bahkan kepada diri saya sendiri. seperti hari-hari sebelumnya, biasanya saya hanya mengisi hari dengan berusaha untuk mewujudkan mimpi-mimpi keduniawian saja. tetapi kini, tiba-tiba saja tubuh saya mulai enggan untuk berjalan jika hanya demi mimpi-mimpi duniawi saja. saya tidak tahu "panggilan" macam apa ini.

sebelum ini, tidak menjadi maslah ketika harus berjalan sendiri seperti ini, atau ketika harus menyelesaikan permasalahan sendiri. ya...saya mampu kok...tapi sebenarnya, ini bukan hanyalah masalah "mampu" dan "tidak mampu" .... saya juga tidak tahu "ini" apa. tapi ada sebuah kekosongan yang saya sendiri tidak tahu mesti mengisinya dengan apa.

tiba-tiba saja kebahagiaan tidak lagi seperti hari kemarin....

Sabtu, 20 April 2013

ke-perbedaan

"jadikan setiap orang yang kau temui sebagai mentormu rik...."

kadang kita merasa sudah lama berhenti "belajar" walaupun setiap hari kita dipaksa untuk membaca. hari ini saya ngobrol dengan salah seorang teman antropolog yang baru saja saya kenal. ternyata banyak sekali cerita yang sangat menginspirasi. kita memang tidak pernah tahu apa isi sebuah kamar sebelum kita membuka pintunya. barangkali itulah pentingnya komunikasi, pentingnya mau mengenal orang lain. jadi dari mbk nya ini, saya jadi tersadar bahwa di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin asal kita mau berusaha mencapainya. saya jadi merasa berdosa terhadap diri saya sendiri karena saya memaksakan untuk terlibat dalam pekerjaan yang jelas-jelas saya tidak menyukainya, dan justru membunuh harapan pada mimpi saya sendiri. saat ini, yang berputar-putar di otak saya adalah kenapa saya tidak "mempercayai" diri saya sendiri bahkan untuk membangun sesuatu yang ada jauh dilubuk diri saya. untuk membangun mimpi saya sekali lagi?

anyway, saya memang pernah gagal. dan hal itu yang sering membayang-bayangi langkah saya ketika saya ingin melangkah, padahal di sini peluang untuk menjadi yang lebih baik terbuka sangat lebar.

leiden, amerika, rusia, london...semua tergambar dalam setiap pembicaraan teman-teman kampus. tapi, tidak pernah terfikirkan dalam benak saya(hehehehehehe...)dari mbk nya itu, saya belajar bahwa orang-orang yang mampu kesana bukan hanya yang cerdas secara akademik, tapi mereka "berbeda". setiap orang pasti diciptakan berbeda, namun untuk menunjukkan "ke-perbedaan" kita, kita memang harus berusaha menunjukkannya.

kalau difikir-fikir, Allah memang menciptakan kita dengan semua kelebihan dan kekurangan masing-masing. jadi sebnarnya setiap orang mampu, tapi memang yang akan bertahan adalah mereka yang benar-benar mau bertahan. sekali lagi, saya memang pernah mengalami kegagalan. dan saya tidak mampu berjanji apakah setelah kegagalan ini, saya juga akan sukses, tapi barangkali seperti perkataan salah satu dosen saya, "setiap pilihan hidup adalah kesalahan" jadi either kita sukses ataupun gagal, yang pasti kita harus enjoy dengan apapun kondisi kita.

yaaa..rasanya sudah lama mengubur mimpi itu dalam-dalam. merasa tidak mampu. merasa bukan jalannya, ataupun justru merasa bersalah karena telah meninggalkan mimpi itu jauh terpendam....tapi jika kembali mengingat kata seorang dosen, bahwasanya dalam hidup, semua pilihan yang kita pilih itu salah, saya jadi nothing to loose untuk kembali membangun mimpi itu.

Senin, 18 Maret 2013

memberi langkah pada impian

saat merasa sedih seperti ini. saat ingin didengarkan. saat lelah untuk melangkah. saat merasa tidak ada harapan. saat semua sudah menemukan tambatan, saat orang2 sudah sibuk dengan pemikiran. saat langkah-langkah kemudian menjadi merasa berat. saat ingin mengeluh. saat tidak tahu harus beradu dengan siapa. saat semua mimpi menjadi kabur. saat tidak tahu kemana harus bergantung. saat jarak terbentang. saat semua langkah mungkin saja berhenti disini atau sengaja dihentikan.

atau saat-saat kita ingin menutup telinga dari suara bising orang-orang. atau saat kita hanya terdiam mendengar ocehan mereka yang terkadang menjemukan. tapi disini, kita tidak sedang belajar untuk menunjukkan siapa yang terhebat. hanya saja, saat menjadi manusia kita memang harus saling mendengarkan.

menjadi manusia yang terkadang terasing di dunia sendiri hanya menjadikan kita sebagai seorang pendiam saat sebenarnya ingin bersuara. tetapi dengan diam, dengan memahami sebagian dari keinginan mereka, ini tidak lantas membuatmu hancur luluh lantak.

ingat, masih ada mimpi yang menanti untuk segera diwujudkan. boleh saja, mereka membuatmu takut untuk melangkah, tapi untuk mewujudkan mimpi-mimpimu sendiri, sepertinya ini tidak perlu melibatkan mereka. kamu hanya perlu fokus. kamu hanya perlu Dia-Yang Maha Mengabulkan.

sudah terlanjur sampai disini. manamungkin akan menyerah. apalagi hanya karena ocehan yang tidak beralasan. lagipula, untuk menjadi hebat tidak perlu berusaha membuktikan kepada mereka. sanjungan justru akan menjadikan jumawa. jadi, tetaplah berisi, tetaplah menunduk, tetaplah memberi langkah pada mimpi ini.

Rabu, 27 Februari 2013

Pemimpi (belum) mati

"Pada awalnya, seorang pemimpi akan dianggap sebagai orang gila, namun ketika para pemimpi itu mampu mewujudkan mimpi-mimpinya celotehan-celotehan tidak enak yang pernah dilontarkan kepadanya akan terbungkam dengan sendirinya."

Bagi saya, mimpi adalah sebuah harapan. dia seperti nafas dalam tubuh. dia seperti detak jantung. dia seperti nyawa dalam kehidupan. terkadang, tanpa mimpi saya tidak pernah bisa memberi arti kehidupan. jadi saya putuskan untuk terus bermimpi(berharap). walaupun terkadang, dengan memegangi mimpi, kita justru akan memiliki sisi pandang yang berbeda dari kebanyakan orang. dan saya sadar, tidak semua orang suka memahami ini.

Selain itu, dalam perjalanannya, akan ada saat-saat ketika mimpi kita terasa sangat jauh dari jangkauan. seperti kemarin. saat saya merasa lelah dan ingin menyerah. namun tiba-tiba saja Allah membukakan pintu-pintu kemudahan. Allah membukakan pintu-pintu kemudahan melalui teman lama saya. dari dia saya bisa berada di suatu malam yang penuh dengan orang-orang hebat, salah satunya ahmad tohari-penulis ronggeng dukuh paruk. saya memang tidak membaca novelnya, namun saya melihat karyanya ketika difilmkan. dan menurut saya, jalan ceritanya sangat bagus. terlepas ini adalah karya sastra yang memungkinkan banyak imajinasi yang lebih dominan berperan, bisa jadi, ini adalah semacam model yang selama ini dicari-cari sejarahwan , dimana grand narasi dalam karya itu adalah tentang peristiwa 1965 di jadikan setting sedangkan tokoh utama yang hendak diceritakan adalah seorang ronggeng. model seperti ini memungkinkan sejarah memberi ruang kepada masa lalu orang-orang biasa untuk diangkat ke permukaan, namun tentu saja dalam menulis sejarah berbeda dengan menulis karya sastra dimana dalam menulis sejarah tentu saja harus mengedepankan fakta.

Kembali pada masalah mimpi. malam itu seperti memberi sebuah nafas baru dalam hidup saya. di belahan dunia ini, barangkali memang ada orang-orang yang berusaha membangun mimpinya. kemudian mimpinya lah yang membuat orang menjadi besar. dan dari orang-orang besar itu saya belajar bahwa, ketika mereka membangun mimpi-mimpi itu, they just do it. mereka hanya suka melakukannya. bukan masalah kesuksesan yang ada di otak mereka, namun bagaimana mereka tetap istiqomah dalam mencintai mimpinya, berjalan di track-nya hingga akhirnya sebuah mimpi dapat diterima masyarakat dengan sendirinya. saya merasa malu sekali, Allah memang telah memberikan kita bakat. tetapi, kadangkala bakat tersebut justru membuat kita terlalu ambisius. kita jadi lupa untuk berbuat ikhlas, bahkan untuk membangun mimpi kita sendiri.

Anyway, ada perkataan teman lama saya kemudian sedikit menohok saya, "Sebenarnya Allah sudah membukakan pintu-pintu untuk mencapai mimpimu itu lho mbk..tinggal mbak rika saja...." semalaman saya merenungi kata-kata ini, mengingat malam itu yang seperti de Javu 2 tahun lalu dan memang jika diingat-ingat perjalanan hidup saya seperti kepingan puzzle yang tersebar dimana-mana. saya harus memungutnya satu per satu untuk menjadikannya satu. untuk menjadikannya satu tema yang utuh.

Dan saya hanya bisa berterimakasih kepada Allah yang mengirimkan saya sahabat-sahabat seperti ini....saya menjadi semakin yakin, saya masih mempunyai separuh, seperempat, atau berapapun perjalanan untuk mewujudkan mimpi-mimpi saya. saya masih punya mimpi. saya percaya itu.

Senin, 25 Februari 2013

Keep believing Allah

Terkadang bertambahnya usia tidak lantas menjadikan kita menjadi manusia yang dewasa dalam bersikap. terkadang egoisme pribadi dan gengsilah yang benar-benar dipertahankan di hadapan orang lain. apa mungkin kehidupan kini hanyalah seperti ajaran filosofis Karl Marx yang menyatakan bahwa setiap manusia itu memiliki sisi egois? sekarang, di kampus yang dulu saya impi-impikan ini saya jarang-jarang menemukan orang yang mempunyai semangat hidup untuk menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain. sepertinya semua hal yang mereka lakukan hanyalah demi sesuatu, yang saya sendiripun tidak tahu menyebutnya itu apa.

Atau, ketika kita berkata bahwa landasan kita dalam bersifat hanyalah semata-mata karena ingin melakukan hal kecil yang bermanfaat bagi orang lain, kita hanya akan dipandang sebagai orang aneh yang datang dari planet lain. tidak ada manusia disini yang benar-benar mengerti. ketika kita berusaha untuk tulus, orang berpikiran dengan perspektif lain yang mungkin didapatkannya dari buku-buku usang itu.

jadi, saya mulai merenung. apakah saya harus menyerah kepada keadaan, kemudian mengikuti filosofis Karl Marx? tapi dengan memilih jalan inipun ternyata tidak cukup memuaskan dahaga emosional saya. untuk melawanpun, saya tidak mempunyai kemampuan. percuma saja saya berteriak kepada orang tuli. mereka tidak mungkin mampu mendengar. tapi saya ingat satu hal, "ketika kita berbuat kebaikan, dan kebaikan tersebut dipandang sebelah mata, tetaplah berbuat kebaikan, tetaplah bermanfaat. karena ini bukan urusanmu dengan mereka. tapi ini urusanmu dengan Tuhan".

Jumat, 01 Februari 2013

sis..sis..sis...ini tesis.

Memikirkan sebuah ide untuk tesis rasanya seperti memberi ruang untuk melamun lama-lama. namun, sebuah ide yang kongkret untuk dikerjakan dan ditulis untuk sebuah tesis rasanya tak juga muncul. saya sudah lama menghabiskan liburan dengan hanya menonton televisi sepanjang waktu, tidur-tiduran, memasak resep yang sederhana, dan semua hal yang sama sekali tidak berhubungan dengan "berfikir". maka ketika hari sudah menginjak di tanggal pertama bulan februari, kebingungan menyergap saya. teman-teman saya barangkali telah menyiapkan sebuah judul tesis. saya, tidak pernah khawatir dengan pencapaian teman saya. karena mereka sudah pasti pantas mendapatkan hasil keja keras mereka. tapi, saya mengkhawatirkan pencapaian saya. sampai detik ini, saya belum mempunyai sebuah ide untuk dikerjakan. dan parahnya, sampai saat ini, saya alpa membaca.

tentu saja, saya sepakat bahwa sebuah ide untuk tesis, tidak muncul secara tiba-tiba. butuh bacaan yang lebih banyak dan berbobot. butuh diskusi dengan kawan lain. butuh kepekaan dalam menentukan tema nanti. tapi, permasalahannya adalah, saya belum benar-benar mencari. dan saya belum bergerak. sebenarya, hal pertama yang harus saya lakukan adalah. back to jogja! (tapi, jika mengingat kondisi kos yang tidak kondusif, rasa-rasanya saya malas sekali.hehehehehehe)

apa yang harus saya gali dari jawa ini? apa yang harus saya lakukan ketika saya tidak paham bahasa jawa dan tidak bisa bahasa belanda?padahal sebenarnya saya ingin menulis sebuah ide yang kemungkinan sumbernya menggunakan kedua bahasa itu. tapi, apa boleh buat, ketika memang sebuah tema yang saya pilih nanti tidak bombastis, saya hanya akan memanfaatkan kekuatan ekplanasi.

sudahlah. tidak perlu banyak berteori, mulai besok, genderang perang sudah harus dibunyikan.nanananana....tesis...oh..tesis....

Minggu, 21 Oktober 2012

memilih, melepaskan :)

Melepaskan itu seperti menghempaskan nafas. ia seperti udara yang kita hirup. tidak bisa kita tahan lama-lama di kerengkongan ataupun jauh di rongga dada. ia harus dikeluarkan.karena jika ia ditahan terus menerus, ia hanya jadi menyesakkan. dan seperti itulah, ada kalanya kita harus berani melepaskan. karena melepaskan tidak melulu tentang kehilangan, karena adakalanya ketika kita melepaskan, kita melakukan hal baik setidaknya tidak hanya untuk diri kita sendiri tetapi juga untuk orang lain.

Waktu terus berlalu. dan bisa saja, dengan berjalannya waktu orang bisa berubah. apalagi sebentuk hati...atau sekedar janji...ia mudah saja akan berubah.mungkin. jadi tentu saja kita tidak boleh saling menyalahkan. kita hanya perlu saling mengerti. karena waktu memang telah merubah segalanya. semuanya tidak bisa sama seperti sedia kala.

Mengikhlaskan perbuatan orang yang mengecewakan kita itu tidak mudah. ini memang menyakitkan, tapi, tentu saja, ini tidak lantas meluluh lantakkan semua rasa yang tertinggal. karena jika dipikir-pikir, ini hanyalah masalah kecil. dan kita semestinya tidak boleh dikalahkan oleh perasaan kita sendiri. saat kita belajar untuk mengikhlaskan, kita hanya sedang belajar cinta dengan cara yang tak lagi sama.

Dan saya memilih untuk melepaskan :)

Jumat, 14 September 2012

Tentang saya, Jogja, masalalu dan masa kini

“ Saya percaya, saya tidak mampu merubah masalalu untuk merubah kehidupan di hari ini, tapi saya mampu merubah hari ini, untuk kehidupan di masa depan,”

Ini adalah sebuah pilihan, tapi kebanyakan orang bilang ini hanya berbicara tentang mimpi-harapan-masadepan-. Sebuah mimpi yang tidak semua orang menyetujui, sebuah harapan tentang doa yang terkabulkan dan sebuah masa depan yang sedang berusaha dibangun di kota ini. Tapi ini adalah pilihan yang mungkin terlihat tidak sempurna dengan pengharapan banyak orang .

Tapi, entah kenapa disetiap pagi sekarang, ada perasaan bahagia yang menyusup di benak saya. Saya sedang merasa hidup ini begitu lengkap. Saya begitu menyukai kota ini, sebuah perasaan yang kontras dengan perasaan saya terhadap kota ini dua tahun silam. Saya suka dengan cuacanya, saya suka dengan macetnya jalan malioboro, saya suka dengan tingkah polah masyarakatnya yang mungkin sedikit nyleneh. Dan yang paling menggemparkan, saya sekarang begitu menyukai geliat seni yang berkembang dikota ini, padahal dulu, seni membuat saya serasa ingin mati. Dulu, setiap jengkal langkah dikota ini rasanya menyebalkan. Tapi sekarang, saya begitu menikmati setiap jengkal langkah saya disini—sambil sesekali merindukan masa dua tahun silam. Yah saya menyadari bahwa tidak semua hal dapat dikembalikan seperti sedia kala. Tapi, apakah saya sedang menyesali masa lalu kawan? Tidak…saya tidak sedang menyesal , karena saya lebih memilih untuk mensyukuri waktu-waktu 2 tahun silam itu, karena disana jiwa saya digembleng habis-habisan, karena disana saya belajar untuk menjadi seseorang yang tidak mudah takut, karena disana saya diajari bagaimana berkawan dengan waktu agar kita tidak digilas oleh waktu itu sendiri. Karena disana saya diajari untuk lebih peka terhadap orang lain…karena disana saya belajar bahwa Allah, mudah sekali mengabulkan mimpi , hanya saja, tidak semua mimpi berjalan mulus begitu saja. Kita sendiri yang harus menjaga momentum agar mimpi tidak lantas hancur berantakan.

Dan saya memang harus berterimakasih kepada Jogja, yang kemudian masih memberikan saya kesempatan saya untuk membangun lagi sebuah mimpi disini….dan saya “nrimo” dengan setiap pagi yang baru disini, setiap pagi yang berbeda dengan masa 2 tahun lalu, karena ini juga merupakan salah satu mimpi saya yang sempat tertunda, sebuah mimpi yang akan membuat masa depan saya lebih berarti, mungkin.

Sabtu, 04 Agustus 2012

untitled saja

Kehidupan terkadang memberikan hikmah, sebuah cerita yang mendewasakan langkah atau kadang, kehidupan hanya memberikan kita sebuah senyuman ataupun tangisan. Tetapi, jika kita mau memahami, dan berpikir sudah semestinya kita belajar dari lembaran-lembaran kehidupan kita yang lalu. Tidak pernah menyesal dengan warna tinta yang di goreskan Sang Maha Esa, karena sudah seharusnya kita percaya bahwa semua yang kita punyai ataupun yang terlepas dari gengggaman merupkan kehendakNya, yang memang terbaik untuk kita.

Ketika kegagalan menyapa kita, ketika pada akihrnya kita menangis hanya untuk menyerah, atau menghentikan langkah, saat itulah kita baru menyadari bahwa kita hanyalah mahluk papa, yang tanpaNya, kita bahkan tidak berdaya. Tentu saja, butuh waktu untuk bangkit. Tentu saja, saat itu kita membutuhkan orang lain untuk bangkit, tapi yang bisa memutuskan untuk mampu melangkah hanyalah diri kita sendiri. Orang lain hanya bisa membantu kita berdiri, pada akhirnya kita sendirilah yang akan mampu menggerakkan kaki untuk melangkah ataupun bahkan berlari. Saat itu sudah seharusnya kita bersyukur karena Dia yang Maha segalanya memberikan kesempatan kita untuk merasa kekurangan, dan kemudian dalam kesempitan tersebut kita akan diajariNya cara untuk menajdi lebih baik.

Saya ingat, saat kecil pernah membaca sebuah buku, dan sampai sekarang kata-katanya msih terekam jelas dalam memori saya, “hidup ini milikmu, ambillah pilihan-pilihan.....pilihan untuk bahagia..pilihan untuk bersedih..semuanya pilihan.” Dan sekarang saya tahu bahwa pilihan untuk menajdi sukses ataupun tidak tergantung pada diri kita sendiri. “Man Jadda wajada”. Yang bersungguh-sungguh.....itu kuncinya....

Jadi, bersemangatlah untuk selalu menjalani hari-hari yang masih dianugrahkan kepada kita. Entah pada hari itu kita berada pada sebuah kesempatan jatuh atau kesempatan untuk menikmati kesuksesan......tetapi yang paling penting adalah kita masih diberi Kesempatan untuk berubah dan kesempatan untuk menjadi manusia yang lebih baik dari kemarin.

“ Yang terpenting bukanlah seberapa sering kamu terjatuh, tapi seberapa tinggi kamu mampu melompat setelah terjatuh...” Djogja-semangat pagee-4 agustus 2012—happy ramadhan

Minggu, 08 April 2012

Saat suaranya berbisik lagi....

"Kesendirian adalah seni menyelami diri sendiri. Ia adalah ketegaran saat menyadari bahwa ia adalah dekapan Sang Pencipta,"

Saat suaranya berbisik lagi. Jika aku ceritakan, ah...kata-katanya mengalun indah di telingaku. Begitu cukup untuk membuatku terpana dalam hitungan detik, menit bahkan berjam-jam setelah itu. Kata-katanya menari dalam ruang kosong. Mengisinya. Sungguh penuh, hampir saja tumpah. Tapi aku tidak akan membiarkannya tumpah atau bahkan meleleh kali ini.

Saat suaranya berbisik lagi. Duniaku memang terlihat indah untuk sementara. Ada ceria yang begitu aku rindu datang mengganti kehampaanku. Ada rona merah jambu yang menghiasi wajahku saat ini. membuatku terpaku pada satu kondisi dimana aku hanya ingin waktu ini diperpanjang sebentar saja Allah...

Saat suaranya berbisik lagi. Sepertinya cukup untuk membuatku memaafkan semua yang telah lalu. Menghapus luka yang pernah menganga. Membantuku melupakan bahwa ia hanyalah bagian dari masalalu.

Saat suaranya berbisik lagi.

Untung saja semua sudah terlambat. Karena aku telah meminta Allah-Tuhanku untuk mengganti hatiku dengan hati yang baru. Hati yang masih begitu polos. dan kosong. Jadi aku bisa mengisinya lagi dengan sesuatu yang baru. Jadi aku bisa menulisnya dengan coretan yang baru. Jadi aku bisa melukisnya bersama-sama dengan Dia-Hanya Allah Tuhanku.Allahu akbar....

Senin, 02 April 2012

Rindu

Rindu. tiba-tiba saja sebuah rasa yang sudah lama aku kenali hadir menyeruak. aku tau ini pasti "rindu" namanya. benar- benar tidak nyaman. aku pernah merasakan berapa tahun yang lalu. rasanya sama, tapi berbeda. ada ruang kosong yang sepertinya semakin melebar saja, semakin aku menyelami perasaanku kedalam, rasanya semakin kosong. aku tahu aku sedang menginginkan kebahagiaan yang disebabkan oleh sesuatu di luar aku, kebahagiaan yang disebabkan oleh kehadiran orang lain. dan sepertinya aku begitu tahu kalau ini sangat bertentangan dengan apa yang aku pahami selama ini. bukankah yang namanya kebahagian itu sebenarnya terletak pada diri kita sendiri.....

stop. aku hanya sedang terlalu jauh...aku harus berhenti...aku tidak ingin terjebak lagi...bukanlah kemarin, aku bisa menikmati lorong-lorong kota ini sendirian. bukankah baru saja aku dengan lantang mengatakan aku tidak akan berani terlalu jauh merasa... tapi...sementara butir-butir bening di kelopak mataku semakin ingin jatuh....aku hanya tahu ini "rindu". dan aku tidak tahu akan kuapakan perasaan ini...

Ya Rabbi, Allah....aku berlindung padaMu dari segala bentuk gundah gulana, aku berlindung padaMu dari segala ketidakpastian...dan aku berlindung padaMu dari segala urusan yang sia-sia...dan aku juga berlindung padaMu dari diriku sendiri, oleh karena itu Allah jangan lepaskan aku pada diriku sendiri walau sekejab saja.....

Jumat, 30 Maret 2012

a Jeda

Jeda.

kalau ingat saat aku ingin memberi jeda, sepetinya itu sudah lebih dari setahun lalu. saat aku menemukanNya dalam hening. saat aku mulai menyukai suara-suara malam. saat aku ingin membangun semua keberanian.Dan kemudian aku memang memberi Jeda. Sebuah jeda yang sebenarnya biasa-biasa saja. Tetapi justru membuatku berlutut pasrah.

Kadangkala memang kita harus memberi Jeda,untuk sekadar merasakan kuasaNya. untuk sekadar mensyukuri nikmatNya yang terkadang terlupakan.Jeda. bukan untuk menghentikan langkah atau melupakan mimpi-mimpi,tetapi Jeda...ah..jeda...kau yang membuatku menjadi selalu merinduNya,Jadi sekarang aku jadi suka,

Tapi setelah aku memberi Jeda,

bukankah saat ini aku harus kembali melangkah?

#bingung#

Sabtu, 24 Maret 2012

Sedang kembali, akan memiliki banyak arti

Pada akhirnya, setiap orang harus mampu mengambil sebuah keputusan.

Melepaskan lagi, semua yang sudah mulai terbangun dari titik nol. Kalau boleh jujur...sebenarnya aku masih ingin disini. masih ingin menghirup udara di bumi bagian ini. masih ingin berbagi cerita, berproses bersama dengan kalian, teman-teman. Dan tentu saja masih ingin memberi arti pada canda tawa para malaikat kecil itu....

Tapi, aku harus melakukan ini,

zona nyaman ini sudah seperti zat adictif yang membuatku terlena dengar hingar-bingar keindahan dunia. karena terkadang, aku jadi lupa tentang kehidupan lain yang lebih membutuhkan perhatian. aku juga benar-benar tidak mengerti dan tidak sadar bahwa sampai saat ini aku belum melakukan sesuatu untuk mereka. Yah, aku belum melakukan apa-apa untuk mereka. Dan yang membuatku harus menelan ludah, dizona ini aku mengakui kini sedang terjangkiti virus apatis. jika aku terus berada disini, aku khawatir virus ini akan semakin terus menggerogoti kewarasanku.

Jadi, aku harus melakukan ini...

Untuk mereka....dan juga untuk mereka-ku yang mulai merenta dan menanti untuk merengkuh hidup kembali bersama anak gadisnya. rasanya aku tidak kuat saat mendengar suara diujung seberang yang selalu memintaku untuk kembali kepangkuan mereka. yah...mungkin saat ini aku terdengar terlalu "perempuan" kawan. Tapi, bukankah memang aku "perempuan", yang pada kodratnya dianugerahi hati yang sungguh peka. dan bukankah aku hanyalah seorang "perempuan" yang tercipta begitu saja untuk patuh...dan bukankah memang aku "perempuan" kawan, yang pada saatnya nanti aku harus mengikuti tradisi, meninggalkan rumah mereka dan mengabdi untuk seseorang. makanya, sebelum itu terjadi, aku hanya ingin membersamai mereka.

Jadi maafkan aku jika harus kembali. bukan untuk menyerah, kawan. tapi untuk mereka dan mereka-ku. dengar kawan,......Allah, Dia menciptakan kita bukan tanpa arti...jadi, aku hanya ingin semua ini ber-arti. bukan berarti, disini tidak-berarti, tetapi ada satu titik dimana aku merasa harus kembali. melakukan sesuatu yang sama sekali tidak berhubungan dengan materi. jadi maaf kawan, aku harus kembali.

L.O.V.E you all,

Kamis, 15 Maret 2012

Aku ingin kamu, Sabar....

ada satu hari, ketika mimpi sudah tampak di depan mata, ketika semua hanya tinggal satu jengkal saja, tapi....mimpi itu tetap saja menjadi mimpi...tidak pernah terwujud...masih tergeletak, diam dan tak tersentuh hmmm...padahal doa-doa sudah dipanjatkan....

sudah...rasanya aku sudah lelah...

saat-saat seperti ini rasanya ada suara-suara yang membisikkiku untuk mengambil langkah kebelakang,sedikit melupakanMu, sedikit mengabaikanMu, sedikit kufur dari nikmatMu, sedikit...ah..hanya sedikit...sedikit yang membuatku merasa jauh....sedikit yang membuatku semakin tertinggal dari langkah-langkah mereka yang terlanjur lebih dulu mencintaiMu....

tapi dengan sedikit menjauhiMu, justru rasanya aku semakin tidak karuan.

saat-saat dipenuhi kekecewaan seperti ini, aku selalu hanya bisa memejamkan mata. begitu kerdilnya aku ya Rabb di hadapanMu, begitu tak berdayaya aku saat ini.... Dan aku hanya ingin ditemani satu hal yang selalu ingin Kau ajarkan kepadaku,yaitu "sabar."

posting. tidak ada takdir yang tidak baik. Allah yang lebih tau yang terbaik untuk semua hambanya. bukankah Dia adalah perencana yang terbaik?“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui” (QS Al baqarah : 216)

well,aku salalu menyukai ayat itu, karena ayat itu selalu bisa mendamaikan, selalu dapat menenangkan hati, selalu dapat membuatku bertahan bahkan untuk situasi paling sulit sekalipun. Dan untuk itu....aku harus belajar lagi untuk lebih bersabar....lebih ikhlas...dan lebih mensyukuri apapun yang ada...dan sampai sekarangpun, aku masih belajar....untuk kamu, sabar....

Karena aku tidak ingin benar-benar kalah.

"Dan Sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, ke¬kurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar." (QS 2: 155)

Rabu, 07 Maret 2012

Mungkin aku terlambat

mungkin aku terlambat menyadari, yang disampingku itu Kamu.

yang selalu disampingku itu Kamu. Saat aku ingin menangis karena tidak ada seorangpun yang mengerti,Kau disana, menemaniku dalam diam. Saat semua rasa membuncah hebat, dan aku tak Mampu berkata-kata lagi, Kau lebih tahu perasaanku, melebihi aku sendiri. Dulu,Saat orang lain menyadari kehadiranMu, saat orang lain sibuk mencariMu, mendekatiMu, menjalankan semua titahMu,dimana aku?saat itu aku tak benar-benar pahami arti hadirmu.

lalu sekarang, Kau paksa aku mencariMu sendiri. dalam lembar-lembar yang menceritakan tentang Kamu. kemudian, ketika rindu ini sudah begitu menggebu, aku mencariMu dalam surat cinta-Mu walaupun dengan terbata. aku mencariMu dalam malam, disetiap sujudku, walau tidak sesempurna sujud mereka yang lebih dulu terlanjur mencintaiMu daripada aku.

sungguh Rabbi-ku, aku tertatih, untuk dapat mencintaiMu seperti mereka. yang mencintaiMu, lebih dulu daripada aku. yang mengabdi padaMu lebih dulu daripada aku. sungguh, aku kini menyesali separuh usiaku yang aku habiskan tanpa mau berusaha mengenalMu lebih dekat.

mungkin aku terlambat mencintaiMu seperti mereka........

tapi anehnya

walaupun begitu....walaupun aku tidak seperti mereka.....saat aku membutuhkanMu, tanganMu selalu terbuka untukku yang parah ini.

maka, ijinkan aku mencintaiMu ya rabbi, dengan caraku yang mungkin belum sempurna

Minggu, 04 Maret 2012

Belajar dari Azimah “Berbahagia Menjadi Lajang”

Malam ini, saya benar-benar terhenyak dengan karya Azimah “Berbahagia menjadi Lajang.” Azimah mampu membuat kata-kata yang lembut namun kuat dan memukul saya secara telak.

Menghela nafas dalam-dalam setelah membaca karya ini. rasanya malu sekali. Sungguh, saya baru menyadari , mungkin saja saya "hanya" kurang bersyukur dengan status lajang yang sedang saya sandang. Padahal, setelah membaca karya ini, saya baru benar-benar tersadar, bahwa status lajang yang sedang kita sandang bukan karena kebetulan belaka, tapi memang karena ini kehendakNya. Ada skenario terbaik yang mesti kita lakoni. Dan saya jadi ingat sepenggal kata-kata,Bukankah ketika kita benar-benar dipaksa berjalan sendirian, kita hanya sedang diajari tentang ketangguhan?

Boleh jadi, saat ini kita memang belum setangguh itu. Boleh jadi, saat ini masih banyak yang perlu kita persiapkan dan perbaiki. boleh jadi, pada saatnya nanti, Dia—Allah, hanya ingin kita menjadi yang jauh lebih baik dari ini. Boleh jadi, dengan menjadi lajang membuka pintu amal dan manfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Dan mungkin juga, saat ini kita masih dibutuhkan untuk tetap melajang. Karena perempuan yang masih lajang, bisa dikatakan bebas bergerak.

Dan semua kemungkinan jadi terdengar masuk akal. Akhirnya saya paham bahwa menjadi lajang adalah salah satu bentuk kasih sayang Allah, karena Dia memberi sedikit kelonggaran walaupun sementara. ya...kelonggaran waktu agar kita menikmati dunia dengan cara kita sendiri. (hihihi egois maksimal)

Dan sebelum waktu mempertemukan saya dengan dia yang namanya tidak boleh disebut ( karena belum tau juga siapa dia…hehehehe) saya akan tetap bergerak, dan semoga saja hari-hari kedepan, saya dimudahkan untuk menjadi manusia yang lebih baik dari kemarin.amin.

Selasa, 28 Februari 2012

Tentang "aku" di penghujung Februari

Well, semuanya masih sama. embun pagi yang sama, teman-teman yang sama,kota yang sama, tapi entah kenapa rasanya sedikit berbeda. aku tidak tahu apa yang kurasakan ini, tapi segalanya terlihat begitu indah dimataku, begitu damai di kalbuku dan begitu tenang di fikiranku....tidak..tidak...aku tidak sedang jatuh cinta....bukankah aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk tidak akan lagi memandang cinta, kecuali untuk dia yang nanti sudah halal untukku. ini juga bukan tentang mimpi-mimpi yang terwujud tiba-tiba. tidak...mimpiku..aku masih berusaha untuk mengejarnya...

Hmmm...aku dibikin terheran-heran...kalau aku memejamkan mata seperti ini, lalu menghirup udara dalam-dalam rasanya, kedamaian menjalari seluruh tubuhku. sepertinya semua gundah yang sering menjangkiti fikirku sirna seketika itu juga. tunggu..aku sedang tidak menggunakan obat penghilang rasa sakit....seingatku...terakhir kali yang aku ingat...aku hanya mencoba memintaNya untuk menjagaku dari semua bentuk kekecewaan. aku hanya meminta itu saja, kemudian pagi harinya, begitu bangun....Dia memberiku ini...sebuah rasa, secuil ketenangan.

Ya Rabb, aku begitu sadar..hidup ini penuh dengan liku-liku. kadang berjalan liar, sedikit menguras emosi,atau tiba-tiba terhenti, ingin menyerah, tak mampu bertahan. tetapi, bukankah Kau selalu mengajari aku untuk dapat melalui ini. ibaratnya ujian, Kau ingin aku menuliskan jawaban yang benar, mengerjakannya dengan tidak curang. dan karena ini ujian, Kau ingin aku mampu menyelesaikannya, karena Kau tahu aku mampu, bukankah Engkau Allah, tidak akan memberi cobaan melebihi batas hambaNya.

Pernah aku pikir, aku akan merasa sepi saat harus melalui lorong-lorong kota ini sendirian. aku pikir sebelah hatiku akan selalu terasa hampa. tapi ternyata aku salah, karena ketika aku memilih jalan ini, yang kudapatkan justru lebih dari ini. Subhanallah!

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. ” (2:186).

Sabtu, 18 Februari 2012

Mengisi Ruang kosong

“Adakalanya ketika kita patah hati, saat kita berdoa kepada Allah SWT, perasaan ini menjadi sedemikian halus, hingga tiap doa yang terucap begitu menggena pada hati, dan kita merasa begitu dekat denganNya…”

Kata-kata itu saya kutip dari kata-kata Teh Ninih, mantan istri salah seorang dai yang namanya nggak perlu saya sebutkan. Semua juga sudah tahu kalii…hihihihi…

Well, pada akhirnya saya begitu menikmati setiap malam-malam yang memaksa saya untuk selalu terjaga. Setidaknya, saya dapat beberapa ide untuk sekadar mengisi blog ini…setidaknya saya harus selalu mencari apapun yang bisa saya baca…dan ketemulah saya pada kalimat ini…ups…

Saya rasa, kata-kata ini ada benarnya juga. Saat-saat seperti ini, sebagian orang mungkin tidak begitu mengerti apa yang kita rasakan. Memang hanya sepele masalah hati, dan itu bukan masalah yang besar. Tapi bagi yang ngerasain, ini benar-benar menguras energy. Tidak bisa tidur, tidak nafsu makan padahal perut sudah keroncongan…selalu sedih tanpa sebab yang jelas…(padahal sebabnya Cuma satu…patah hati..hihihihi).

Dan terkadang kita tidak menyadari, bahwa disaat-saat seperti ini, biasanya sujud kita jauh lebih lama dari biasanya. Doa-doa yang dipanjatkanpun lebih mudah mengucur begitu saja, bahkan terkadang disertai airmata. Amalan-amalan sunnahpun dapat dengan mudah dan lancar dijalankan. Hmm…saya jadi terheraaan…biasanya kalau mau puasa sunnah, banyak sekali alesan, takut tambah kurus lah…takut nggak semangat lah kerjanya…tapi kalau lagi mengharu biru gini…rasa-rasanya alesan-alesan klise itu lenyap tak berbekas…

Dan saat-saat seperti ini, rasanya saya lebih dekat denganNya….lebih tenang…lebih tidak takut pada apapun selain Dia. Saya sangat bersyukur karena Dia menarik saya saat saya mungkin sudah jauh melawan arus. Saya lebih bersyukur lagi, Dia masih begitu…..membuat saya jatuh cinta lagi…membuat saya…merinduiNya setiap waktu melebihi waktu-waktu biasanya….

terimakasih teh ninih....(Lhoooooooohhhhh kok......)

Coretan malam

Kalau boleh jujur aku selalu suka malam.

Kalau langit sudah mulai menghitam, dan bulan sudah menampakkan sinarnya, aku selalu ingin menelusurinya. Walaupun udara kemudian mulai dingin, dan pandanganku mulai sedikit mengabur. Aku selalu menyukai berjalan di kegelapan. Sambil sesekali diam.

Kalau berjalan di malam seperti ini, aku selalu memperhatikan orang-orang yang lalu lalang. Mereka bersama keluarga atau sekadar bersama pasangan. Mereka terlihat hangat. Kalau melihat mereka seperti ini, aku jadi rindu ayah ibuku. Aku ingat, kalau malam minggu seperti ini, kami keluar makan malam di sebuah lesehan, tidak sering memang tapi sudah cukup membuatku rindu dengan kebersamaan seperti itu.

Kalau udara sudah semakin menusuk tulang, aku jadi ingat tentang semua rasa yang tak enak. Rasa-rasa yang ingin aku lupakan. Tapi, untung saja kakiku terus melangkah. Dan ini membuatku semakin mengabaikan rasa dingin yang menjalar, begitu juga dengan lara yang hendak aku lupakan.

Kalau diam merenung di kegelapan malam seperti ini, rasanya aku selalu menemukan jawaban tentang semuanya. Atau malah justru, semua pertanyaan tidak butuh jawaban. Yang aku tahu, di setiap kegelapan, di setiap diam, di setiap segalanya, Dia, Sang Penggenggam kehidupan selalu ada…….Laa Tahzan Rika…..

Kamis, 16 Februari 2012

Maaf,

Aku tidak sedang menyesal. Karena penyesalan sama artinya dengan aku mengutuki diriku sendiri. Aku hanya teringat beberapa keping kenangan yang tiba-tiba saja melesat di angan. Kalau aku ingat-ingat rasanya aku pernah salah dalam "mengenali" kawan. Aku terlalu muda saat itu. Dan selalu saja, aku mengikuti aliran darahku. Bergejolak. Susah dikendalikan. Dan aku sering meninggalkan kawan itu sendirian. aku memang tidak ingin terlalu merasai hatiku saat itu.

Kalau dulu aku benar-benar menyadari kalau waktu tidak mampu kembali berputar sesuai dengan periodisasi yang aku inginkan, tentu saja aku tidak semudah itu melawan . Saat waktu memberi ruangnya kepadaku untuk lebih mengenali mereka, bukankah aku semestinya berada disisi mereka. Menertawakan badai atau hanya duduk-duduk di sebuah kursi panjang sambil menanti hujan reda? Ahhh….nyatanya saat itu, aku tak berada di sana membersamai mereka.

Tapi, bukankah aku adalah orang yang sangat beruntung? kawan itu selalu membuka pintunya saat aku kembali mengetuk. Saat aku ingin berteduh. Tuhan, Kau begitu sempurna menciptakan orang-orang ini. dan Kau begitu……menurunkan sifat welas asihMu kepada mereka. Aku memang tidak pandai merangkai kata untuk mengucap maaf. Tapi….maaf kawan…..